PHPSpeedy: Tidak Bisa Diakses Robot? Lagi Nganggur…
Feb 14

antique_typewriter Dalam dunia per-blog-an, penulisan dan ejaan merupakan hal yang tidak bisa dihindari keberadaannya. Seorang blogger harus menuangkan ide pemikirannya ke dalam ketikan agar bisa dibaca oleh orang lain melalui internet (kecuali blog foto atau video, tentu saja). Nah, dalam proses transfer ide ke dalam bahasa tulisan inilah penulisan dan ejaan berperan penting.

Saya teringat sekitar tahun 1996 waktu masih kuliah semester 3 di Malang dahulu, satu-satunya cara mengakses internet adalah dengan jasa warnet karena saya tidak punya PC maupun laptop dan sambungan telepon. Pada jaman perjuangan itu, biarpun koneksi payah saya tetap berjuang menyisihkan uang saku untuk bisa online di Wasantara kantor Pos dan Giro alun-alun Malang, karena saya terlanjur jatuh cinta pada teknologi yang canggih ini. Mungkin pengalaman ini akan saya tulis dalam posting yang lain: maksud intinya, dengan modal uang saku yang cekak dan koneksi yang payah saya mencoba untuk sebisa mungkin mengoptimalkan penggunaan jam sewa tersebut.

Nah, dengan segala keterbatasan saya berselancar (istilah waktu itu) saya selalu terburu-buru dalam mengetik isian form maupun percakapan MIRC. Hasilnya, banyak salah ketik di sana-sini, tanda baca yang tidak pas, dsb. Lawan bicara saya, jika saya chatting lewat MIRC, bisa memahami hal ini yang disebabkan ekonomisme saya serta kualitas koneksi yang kadang membuat frustasi. Ketergesa-gesaan membuat saya tidak memperhatikan penulisaan dan ejaan yang saya ketikkan.

Sekarang, setelah internet sudah ada dimana-mana, hampir semua kota-kota di Jawa Timur juga Ngawi tempat tinggal saya sudah dipasangi hotspot Telkom yang memudahkan warga kota untuk mengakses internet. Koneksi RT/RW net yang saya pakai membuat pekerjaan mengetik lebih leluasa, karena iuran yang dibebankan masih terjangkau dan tanpa quota bandwidth ataupun jam akses. Namun, biarpun waktu dan biaya online sudah lebih longgar, tetap tidak tertutup kemungkinan saya masih melakukan kesalahan penulisan dan ejaan di sana-sini karena saya bukan ahlinya :-)

foto: istockphoto dot com

written by Samsul Hadi \\ tags:

4 Responses to “Penulisan dan Ejaan dan Ekonomisme”

  1. sawali tuhusetyaNo Gravatar Says:

    walah, nama saya ditaut juga, mas samsul, hiks. saya juga baru dalam taraf belajar kok, mas, hehehehe :lol: emamg betul, mas sam, masalah ejaan dan tanda baca ini menjadi penting, sebab berkaitan dengan maksud sebuah tulisan. lebih berharga mana, harga sebuah tanda koma atau membiarkan pembaca kebingungan menafsirkan maksud sebuah kalimat? hehehehe :lol: itu pertanyaan yang sering terlontar ketika kita salah dalam meletakkan tanda koma. Misalnya: “kucing makan tikus mati”. itu yang bener, hiks. tapi ketika kita salah meletakkan tanda koma menjadi: “kucing makan tikus, mati”. nah, dah beda kan artinya. *walah lagi2 sok tahu!*
    BTW, saya salut kepada Telkom Ngawi yang sudah memberikan hotspot net sehingga memudahkan masyarakat utk akses internet. walah di kendal, daerah saya, kapan yak terealisasi?

  2. Samsul HadiNo Gravatar Says:

    hehe, maaf lo pak ga ijin dulu :mrgreen:
    memang kadang sebuah tanda baca kadang kurang diperhitungkan, apalagi pas nulis SMS dan ruangnya sudah habis untuk 1x pengiriman..daripada diitung 2x kirim saya kurangi aja tanda bacanya, ga peduli nanti yang membaca jadi bingung wong penerimanya istri saya sendiri :lol:
    semoga hotspot kota bapak cepat terealisasi, biar tambah rame blogosphere ini. iya to pak?

  3. edyNo Gravatar Says:

    saya juga lagi belajar mengikuti kaidah yg benar
    karena keinginan untuk bisa aja sih
    walopun ga lantas jadi kaku

  4. anungNo Gravatar Says:

    Wah Ngawi udah ada hotspot net, senangnya. (purwokerto kapan ya?) :mrgreen:
    jadi inget terakhir ke warnet kantor pos tahun 1999 akses satu jam tujuh ribu rupiah dan berakhir sia-sia karena leletnya minta ampun. syukurlah masa-masa itu sudah berakhir.

Leave a Reply