// you’re reading...

Catatan Ringan

Tentang Keracunan Makanan

Iseng-iseng saya membuka-buka tabloid Mom & Kiddie ibunya Afina hari ini, mumpung pas libur dan rumah sudah beres semua. Sebenarnya sudah cukup lama istri saya berlangganan tabloid ini, seingat saya sejak usia 2-3 bulan mengandung Afina. Namun belum pernah saya membacanya. Paling banter cuma melihat headline dan judul artikel yang ada di sampul depan. Lah wong tabloid untuk ibu-ibu :-) Sedangkan saya sendiri lebih suka membaca majalah PC Media.

Ketertarikan saya membaca tabloid itu ketika tadi melihat sekilas ada tulisan berjudul Keracunan Makanan: Gejala & Pertolongan Pertama. Ini mengingatkan saya beberapa bulan yang lalu ketika keracunan, entah makanan apa yang menyebabkannya karena penghuni rumah yang terkena cuma saya. Kepala saya terasa pusing malam itu, sekeliling saya serasa berputar-putar dan badan berkeringat dingin. Saya coba berbaring tambah lebih parah lagi rasanya, karena bukan benda di sekeliling yang berputar tetapi justru badan saya.

Merasa panik, saya paksakan menyalakan komputer dan googling mencari tindakan pertama. Maklum, belum pernah mengalami sebelumnya dan istri saya sudah saya pesan untuk menomorsatukan Afina. Saya harus berputar-putar dahulu sebelum menemukan halaman yang tepat.

Entah kenapa, tidak ada yang mengoptimasi halaman semacam ini dengan SEO. Padahal sangat berguna di waktu yang mendesak, apalagi seperti saya waktu itu yang belum mengetahui kemana harus mencari halaman yang berkenaan dengan keracunan makanan dan dalam kondisi yang bisa dikatakan mendesak.

Akhirnya saya menemukan sebuah artikel, saya lupa URL-nya dan tidak kepikiran untuk mem-bookmark, mengatakan tentang cara yang harus ditempuh: yaitu berusaha memuntahkan isi lambung dan meminum susu atau air kelapa muda (degan, khususnya warna ijo) sebanyak-banyaknya. Sesederhana itu, tapi keadaan pusing oleh reaksi racun dan juga panik membuat semua menjadi rumit. Apalagi waktu itu sudah malam hampir jam 9, kondisi kota pensiunan di jam-jam segitu sudah sepi. Kemana harus mencari kelapa muda, pikir saya.

Setelah berhasil mengeluarkan isi lambung sebanyak yang saya bisa, baru kemudian terpikirkan untuk menelepon sahabat saya — Danny Ableh — yang kemudian mencarikan kelapa muda yang akhirnya bisa diperoleh di alun-alun Ngawi. Akhirnya, dengan telah kosongnya perut saya dan reaksi penetralan oleh air kelapa, tubuh saya terasa lebih segar. Thanks atas bantuannya, buddy.

Nah, untuk yang belum membaca Mom & Kiddie tentang Keracunan Makanan di atas, berikut ini poin yang saya highlight:

    1. Penyebab keracunan makanan: bahan beracun dan infeksi.
    2. Gejala umum keracunan makanan:
      • Mual dan mulas, sakit pada ulu hati
      • Muntah dan BAB berkepanjangan
      • Mata berkunang-kunang
      • Keluar keringat dingin
      • Sakit kepala
      • Kehilangan kesadaran
    3. Pertolongan pertama:
      • Usahakan muntah bila penderita masih sadar, namun jangan dilakukan bila keracunan disebabkan oleh makanan yang mengandung asam atau basa keras karena bisa merusak lambung.
      • Beri obat penawar racun (norit), atau air santan kental dan air kelapa hijau yang dicampur garam sebagai alternatifnya.
      • Usahakan muntah kembali setelah 3 menit.
      • Bawa ke dokter (pertolongan terakhir).

Update: barusan ngecek google ada posting yang dulu saya baca juga tentang keracunan makanan di sini.

Discussion

No comments for “Tentang Keracunan Makanan”

Post a comment

Categories

  • No categories

Links

  • Kumpulan Nama Bayi
  • Friends' links