// you’re reading...

Catatan Ringan

Langkanya Pupuk di “Lumbung Padi” Ngawi

Mudik akhir pekan ini saya sempat dibuat pusing oleh kelangkaan pupuk di daerah. (Oya, saya bicara tentang sawah ini). Seperti minggu-minggu sebelumnya, saya selalu pulang dari Jogja ke Ngawi seminggu sekali, saya tiba di rumah malam hari. Paginya saya dikabari istri saya kalau paman petani yang menggarap sawah orang tua kami di desa di Kecamatan Ngrambe sudah memberi sinyal minta pupuk untuk tanaman padi yang sudah berumur lebih 10 hari. Untuk waktu satu bulan ini saya dan istri memang ditugasi mengurus sawah tersebut karena ortu pergi ke tanah suci.

Kami pun berangkat ke desa untuk berbelanja pupuk yang diperlukan tanpa tahu bahwa sudah beberapa waktu ini pupuk langka di pasaran. Saya yang buta teknis pertanian juga baru tahu kalau tanaman padi perlu dipupuk, hehehe becanda :-D Dari informasi paman-paman petani, saya ketahui bahwa pupuk susah didapat bulan-bulan ini dan meskipun akhirnya mendapat pasokan, pupuk hanya bisa diperoleh dari kelompok-kelompok tani dengan mendepositkan uang terlebih dahulu (padahal setahu saya waktu mendapat pelajaran ekonomi semasa sekolah di jaman penataran P4 masih populer dulu, pupuk bisa diperoleh dari KUD dan dibayar waktu panen). Pupuk yang langka ini pun harus dibeli dengan sistem paket yaitu satu paket terdiri atas ½ kwintal urea dan ½ kwintal TSP/Phonska, tidak bisa membeli hanya urea atau TSP saja, padahal yang kami butuhkan hanyalah urea karena stok TSP masih ada.

Ingin membuktikan dan untuk mendapatkan pupuk bagi sawah ortu kami, kami survey distributor pupuk di daerah itu dan walhasil ternyata stok memang tidak ada karena saking langkanya dan karena sedang musim tanam, pupuk yang datang langsung dikirim ke kelompok tani. (Dan karena kami tidak tinggal disitu, kami tidak mengetahui kalau ternyata paman petani yang lain sudah memesan dan deposit seminggu sebelum kedatangan pupuk tersebut). Kalaupun ada distributor yang masih memiliki stok, mereka tidak berani menjual kepada orang yang tidak memiliki KTP wilayah distribusinya.

Pikir saya, kok bisa Ngawi yang lumbung padi kekurangan pupuk, padahal sebagian besar tanah di Kabupaten Ngawi dimanfaatkan sebagai tanah persawahan yang berarti kemungkinan ada berhektar-hektar sawah yang menunggu kedatangan pupuk. Ternyata tidak hanya di daerah saya saja, setelah saya simak di berita ternyata di berbagai kota pun mengalami masalah yang sama. Untunglah akhirnya kami mendapatkan pupuk dari kerabat kami yang juga distributor, karena ternyata ada masalah lain yang sedang menunggu, yaitu kelangkaan premium dua hari terakhir ini dan Mega Pro saya sedang kosong perutnya setelah hilir mudik menyusuri toko pupuk.

Related Posts

Discussion

5 comments for “Langkanya Pupuk di “Lumbung Padi” Ngawi”

  1. hhmmm… sekarang pupuk pun susah didapat. lalu nanti bmgn nasib petani? klo pupuk langka, trs harga pupuk naik, harga beras jg naik ga ya..

    Posted by zee | December 5, 2008, 10:57
  2. wah Indonesia memang kacau ya. sudah tahu petani sudah memasuki musim tanam, kok pemerintah ga da gerak cepatnya.

    kapan petani bisa sejahtera ya?

    Posted by Andre Vernet | December 7, 2008, 10:02
  3. wah, semoga panennya ga seseret pupuknya… bener ngga? :mrgreen:

    Busby SEO IPMAWIs last blog post..Busby SEO Test CPNS Kabupaten Kota

    Posted by Busby SEO IPMAWI | December 13, 2008, 06:41
  4. duh, kekurang pupuk aganya tak hanya terjadi di ngawi, mas syam, hampir semua daerah mengalaminya. mungkin benar dugaan banyak orang, ada tangan2 kotor yang mempermainkan pupuk utk mencari keuntungan sendiri. kasihan nasib petani kita, sejak dulu ndak pernah berubah.

    Posted by sawali tuhusetya | December 18, 2008, 00:45
  5. era kejayaan KUD udah lewat. Yang jadi rebutan itu adalah pupuk bersubsidi. Jalurnya ketat dari Petrokimia Gresik dikirim kpd Distributor (pak siapa itu petani teladan di Karangjati) untuk diteruskan kpd kelompok2 tani tiap2 desa. Shg tidak bisa diselewengkan. Kalau ada, yang nyeleweng ya kelompok tani itu sendiri. Kalo sampe ada masalah (kelompok tani tdk kebagian pupuk) penunjukan distributor akan dicabut. Begicu aturan mainnya….!!

    Kenapa gudang kosong?? Distributor gak mau kulakan dgn harga pasar dari pabrik. maunya beli pupuk subsidi (sbg penadah) untuk dijual dgn harga non-subsidi (ganti karung). Suwun (Condongcatur-Sleman)

    Posted by Sonni | February 24, 2009, 16:27

Post a comment

Categories

  • No categories